Kamis, 31 Maret 2016

Di bawah ini merupakan contoh Format laporan Tour.... Semoga bermanfaat ya Guys :)

Laporan Kunjungan Study Tour Ke Yogyakarta



Nama Kelompok :
    -)      Avifa Maharani
       -)      Azila Diandra S.P
-)    Candra Eka L
   -)      Dimar Ifan H.A
 


KATA PENGANTAR

          Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Study Tour Ke Jogjakarta ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.     
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai dari laporan perjalanan ini. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
      Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.



 I.            DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR                                                                                
DAFTAR ISI
    A.    PENDAHULUAN
1.     Latar belakang kegiatan
2.     Tujuan kegiatan
3      Anggota
4.     Waktu
5.     Tempat yang dikunjungi
6.     Biaya
 
     B.   ISI
1.     Obyek Wisata Yang Dikunjungi dengan penje

    C.   PENUTUP
1.      Kesan dan Pesan
2.      Saran


I.            Pendahuluan

1)  Latar belakang kegiatan
Proses belajar bagi siswa/i tidak hanya dilakukan didalam kelas saja tetapi dapat juga di luar kelas. Dan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita terhadap sesuatu yang belum kita ketahui maka perlu di adakannya kunjungan ke objek-objek peninggalan bersejarah.

2)  Tujuan kegiatan
Tujuannya untuk melihat secara langsung benda-benda atau bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi kekayaaan dan mengetahui sejarah-sejarahnya dan juga untuk mengetahui ragam budaya yang ada di sekeliling kita dan melihat salah satu keajaiban dunia yang ada di wilayah Republik Indonesia, sehingga timbul rasa memiliki untuk menjaga dari kerusakan dan melestarikannya.Dan menambah wawasan.

3)   Peserta
Peserta yang mengikuti Study Tour ke Jogjakarta yaitu siswa-siswi Kelas XI MIA Maupun IES dan beberapa Guru Pembimbing.

4)  Waktu
Waktu dilaksanakan pada tanggal 10-14 Februari 2016

5)  Tempat yang dikunjungi
Tempat yang dikunjungi saat berwisata ke Jogjakarta yaitu:
a)     Masjid Agung Semarang 
b)    Klenteng Sam poo Kong
            c)  Universitas Diponegoro
     d)    Walang Sewu
     e)     Universitas Gajah Mada
     f)      Universitas Yogayakarta (UNY)
     g)     Pusat Kerajinan Kulit Manding Semarang
     h)    Malioboro
     i)     Candi Borobudur
     j)       Pantai Parangtritis

6)  Biaya
 Biaya yang dikenakan RP.1.050.000.

I.            Isi
1.     Masjid Agung Semarang
Masjid Agung Jawa Tengah adalah masjid yang terletak di Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini berdiri di atas lahan 10 hektare. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah.

Di dalam area MAJT terdapat Menara Asma Al-Husna Setinggi 99 Meter terdiri dari : lantai 1 untuk Studio Radio DAIS MAJT, lantai 2 untuk museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, Lantai 18 rumah makan berputar, lantai 19 Gardu pandang kota Semarang dan lantai 19 Tempat rukyat al-hilal. Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi, Tinggi masing masing payung elektrik adalah 20 meter dengan diameter 14 meter. Payung elektrik dibuka setiap salat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot, namun jika pengunjung ada yang ingin melihat proses mengembangnya payung tersebut bisa menghubungi pengurus masjid. MAJT memiliki koleksi Al Quran raksasa berukuran 145 x 95 cm². Ditulis tangan oleh Drs. Khyatudin, dari Pondok Pesantren Al-Asyariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Lokasi berada di dalam ruang utama tempat salat. Bedug raksasa berukuran panjang 310 cm, diameter 220 cm. Merupakan replika bedug Pendowo Purworejo. Dibuat oleh para santri pondok pesantren Alfalah, Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, asuhan KH Ahmad Sobri, menggunakan kulit lembu Australia. Tongkat khatib MAJT merupakan tongkat pemberian Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darusalam.


2.     Klenteng Sam poo Kong
Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an".


3.     Universitas Diponegoro
Maskam (Masjid Kampus Undip) atau Undip Resmi Masker ini di kampus Tembalang, dikelilingi oleh lingkungan alam dan terdekat 'area kampus pusat. arsitektur diikuti dari bangunan Piramida dan menjadi salah satu topeng yang paling tidak biasa di Semarang. konstruksi mulai pada tahun 2005 dan menyelesaikan pada tahun 2008. Pusat TIK adalah bangunan kembar dengan arsitektur modern. Bangunan ini berikut untuk International Office, pusat Beasiswa, Internasional Ruang Rapat, dll Training Center berikut untuk pusat pelatihan publik untuk mahasiswa dan dosen. Rusunawa adalah bangunan asrama mahasiswa. Bangunan ini memiliki 4 blok kembar. Gedung A memiliki 84 kamar dengan mengikuti 252 siswa Gedung B, C dan D memiliki 96 kamar dengan mengikuti 288 siswa dengan 3 orang setiap kamar.

Undip Perpustakaan Sistem ini berpusat di Widya Puraya Perpustakaan Pusat Tembalang Kampus dan terdiri lebih dari 400 perpustakaan individu dan lebih dari 4000 volume. Fakultas memiliki perpustakaan departemen dan sastra dari Journal Alumni. Undip 'Station Gas adalah pusat dari pompa bensin di daerah Universitas Diponegoro. Hal yang disponsori oleh Pertamina. Stadium adalah tetangga Rusunawa ini. Ini terletak di daerah Undip selatan. Stadion menjadi pusat olahraga siswa Undip untuk berpartisipasi dalam setiap peristiwa olahraga akademis atau non-akademis. UKM Bangunan berikut untuk aktivis anggota mahasiswa dan kegiatan organisasi publik resmi Universitas Diponegoro.

4.     Walang Sewu
Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

5.     Universitas Gajah Mada
Universitas Gadjah Mada (Indonesia: Universitas Gadjah Mada; disingkat UGM) adalah sebuah universitas riset publik yang terletak di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Secara resmi didirikan pada tanggal 19 Desember 1949, tiga tahun setelah kuliah pertama diberikan pada 13 Maret 1946, itu adalah lembaga tertua dan terbesar dari pendidikan tinggi di Indonesia. Terdiri 18 fakultas [8] dan 27 pusat penelitian, UGM menawarkan 68 sarjana, 23 diploma, 104 guru dan spesialis, dan 43 program studi doktor, mulai dari Ilmu Sosial Engineering. Universitas ini telah terdaftar sekitar 55.000 siswa, 1.187 mahasiswa asing, dan memiliki 2.500 anggota fakultas. UGM mempertahankan kampus 360 acre (150 ha), [10] dengan fasilitas yang meliputi stadion dan pusat kebugaran.



6.     Universitas Yogyakarta
Universitas Negeri Yogyakarta (bahasa Inggris: Yogyakarta State University) disingkat UNY, merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di Yogyakarta, Indonesia. Sebelumnya Universitas Negeri Yogyakarta bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta (IKIP Yogyakarta).


IV.            Penutup
              i.            Kesan dan Pesan
Saya merasa senang dengan diadakannya study tour ini karena selain untuk menambah pengetahuan di sini kami juga bisa bersenang-senang.

            ii.            Saran – saran
Saya harapkan  siswa untuk lebih meningkatkan kedisiplinan apa bila di adakannya Tour kembali. Saya harap agar Setiap Peserta dapat Menjaga Nama baik sekolah  dan saya sangat mengharapkan untuk ketepatan waktunya dalam acara ini agar siswa tidak merasa kesal karena terlalu lama.